Siapkan Diri Secara Emosional

pascal-edu.com – Menjalani kehamilan tidak hanya butuh persiapan fisik, melainkan juga emosional. Pada dasarnya, setiap kehamilan memberikan pengalaman yang berbeda-beda untuk setiap mama. Menurut Kristi Angevine, MD, spe sialis obstetri dan ginekologi dari Chattanooga, Tennessee, Amerika Serikat, salah satu persiapan emosional yang dibutuhkan oleh mamil adalah ke siapan untuk menghadapi hal-hal yang tak pernah diketahui sebelumnya. “Mama bisa saja bertanya pada orang, membaca buku dan majalah, meminta saran dari dokter, tapi sebenarnya Mama tidak akan tahu apa saja yang bakal dihadapi selama hamil hingga pada saat hal itu terjadi,” jelas Angevine. Menurut Angevine, cara terbaik untuk menghadapi hal-hal tak terduga dan baru selama kehamilan adalah dengan membuka diri dan pikiran. “Mulailah dengan menerima kenyataan bahwa Mama tidak mungkin mengetahui segalanya. Ini akan membuat Mama jadi lebih relaks dan menikmati kehamilan,” anjur Angevine.

Setop Bersihkan Kandang Kucing!

Untuk mamil yang memelihara kucing, baiknya tugas membersihkan kandang dan membuang tempat kotoran kucing dialihkan pada orang lain. Pasalnya, kotoran kucing dapat membuat mamil terkena toksoplasmosis, infeksi parasit yang bila diderita di awal kehamilan bisa mengakibatkan kelainan bawaan pada bayi, terutama di bagian mata dan otak. Selain cuti sejenak dari acara bersih-bersih kandang kucing, biasakan juga menggunakan sarung tangan jika mamil memegang tanah yang ada di kebun atau halaman rumah. Tak kalah penting, cuci tangan hingga bersih sehabis berkebun. Jika mamil khawatir akan risiko terkena toksoplasmosis, tak ada salahnya melakukan tes darah di laboratorium.

Suplementasi Multi-Mikronutrien Tidak Turunkan Angka Kematian Bayi

Suplementasi yang mengandung banyak mikronutrien kerap diberikan pada mamil yang berpotensi me lahirkan bayi dengan berat badan rendah dan bayi prematur. Suplementasi ini diandalkan oleh pihak medis untuk mencegah kematian pada bayi setelah dilahirkan. Namun, penelitian yang dilakukan oleh pakar dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health dan dimuat di Journal of American Medical Association, menunjukkan, suplementasi multi-mi kronutrien belum mampu menurunkan ang ka kematian bayi, dibandingkan jika mamil mendapatkan suplemen zat besi dan asam folat saja. Dari temuan ini, para peneliti menyimpulkan, baik pemberian suplemen multi-mikronutrien maupun zat besi— dengan atau tanpa asam folat—belum menghasilkan perubah an yang signifikan terhadap berkurangnya jumlah bayi yang me ninggal dalam kandung an, lahir prematur, ataupun lahir dengan berat badan rendah. Namun, “Alasan mengapa perbaikan dengan pemberian suplemen multi-mikronutrien masih belum memberi dampak positif terhadap kemampuan bayi untuk bertahan hidup setelah lahir masih belum ditemukan,” jelas Keith P. West Jr., Dr.PH., salah satu peneliti.