Pembuktian SKYACTIV

Serial SKYACTIV di lini produk Mazda sudah sampai pada MX-5. Mampukah teknologi tersebut mempertahankan keasyikan berkendara roadster Mazda itu meski dengan kapasitas mesin lebih kecil? kini MX-5 generasi keempat alias ter- baru sudah muncul. Meski belum bisa dipastikan kapan masuk ke Indonesia namun kami sudah lebih dulu mengujinya langsung di Jepang atas undangan PT Mazda Motor Indonesia (MMI).

Pengujian First Drive ini dilakukan di Mine Proving Ground (MPG). MPG sendiri merupakan salah satu proving ground milik Mazda di Jepang dan terletak di kota Mine, prefektur Yamaguchi. Selama pengetesan, kami bergabung dengan tester lain yang juga mendapat undangan serupa dari PT MMI. MX-5 yang dulu sudah cantik kini lebih cantik. Lampu depan dengan model menyipit dipadu desain bumper tanpa banyak ornamen membuat tampangnya semakin berkarakter. Garis bodi dari samping bonnet hingga buritan pun proporsional, terkesan berotot namun tidak berlebihan.

Seandainya lampu belakang terkomposisi oleh paduan 2 lampu bulat – bukan 1 seperti sekarang, mungkin buritannya juga terlihat lebih sangar. Tapi itu jelas soal selera. Tak mau terlalu lama mengamati bagian luar, kami langsung mendarat di jok pengemudi. Meski di Eropa tersedia MX-5 bermesin 2.000 cc bertenaga 160 dk, untuk domestik Jepang yang kami coba ini hanya punya pilihan 1.500 cc – 131 dk. Skeptisme muncul karena selama ini MX-5 di Indonesia menggunakan mesin 2.000 cc yang tenaganya 170 dk. Jelas lebih besar dari MX-5 1.500 cc itu.