Pembuktian SKYACTIV Bagian 2

Tapi ini SKYACTIV, pasti ada sesuatu yang dilakukan Mazda untuk menjaga fun to drive MX-5 di level impresif. Mencoba unit bertransmisi manual 6 percepatan, kami melepaskan diri dari paddock. Masuk ke sirkuit, perpindahan gigi sudah menunjukkan keasyikannya. Begitu enteng dan akuratnya sampai kami bisa mendorong dengan 2 jari saja tanpa takut salah masuk gigi. Mesin SKYACTIV berkapasitas persis 1.496 cc itu harus diakui tidak memiliki tenaga berlimpah.

Tak ada sensasi menghentak meski pedal gas diinjak penuh. Tapi dengan torsi 150 Nm yang sudah muncul sejak 4.800 rpm, MX-5 tetap terasa gesit. Rasio gigi 6-speed yang rapat pun turut menyempurnakan transfer daya ke roda sehingga MX-5 terasa selalu responsif di semua rentang kecepatan. Salah satu kebaikan SKYACTIV adalah menghasilkan konstruksi sasis-bodi mobil yang ringan dan ekstra rigid. Diet itu misalnya, membuat bobot fender samping jadi 3,46 kg. Lebih enteng dari sebelumnya yang mencapai 6,74 kg. Begitu juga atap soft top dengan aktivasi manual – bukan elektris, yang ditempuh Mazda demi meringankan bobot.

Mengikuti racing line yang ada di sirkuit, beberapa kali kami memasuki tikungan dengan kecepatan lebih tinggi. Ternyata gejala overshoot dapat ditangkal dengan baik. Cukup kendurkan pedal gas dan atur kemudi, maka moncong mobil mudah dikembalikan ke jalurnya. Begitu presisi dan rigidnya handling MX-5 sampai membuat kami yakin kalau pun Mazda menempatkan mesin dengan tenaga hingga 250-an dk, maka sasisnya masih sanggup melayani dengan baik.