Perusahaan Teknologi China Mencari Modal Tambahan

Sejumlah perusahaan teknologi dan internet China memilih mencari pendanaan dengan penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO). Perusahaan China di tengah bayang-bayang pengetatan kredit dan banyaknya bisnis dotcom seperti di tahun 2000. Kondisi ini sama seperti apa yang terjadi di AS dua dekade lalu. Banyaknya IPO karena kebutuhan akan uang tunai di saat tekanan pendanaan. Terlebih era dana murah akan segera berakhir setelah Federal Reserve AS menaikkan suku bunga. Sementara dalam mengakses pendanaan dari domestik pun mulai sulit sehingga mereka beralih ke pasar ekuitas.

Di Hong Kong menurut data Dealogic yang dikutip South China Morning Post, ada 13 perusahaan teknologi dan internet yang IPO pada tahun ini. Dus total dana IPO gabungan mencapai US$ 6,86 miliar hingga 21 September.

Dealogic menyebut jumlah ini tertinggi sejak 1995. Data tersebut belum termasuk IPO Xiaomi US$ 4,7 miliar, sebab Dealogic mengkategorikan Xiaomi sebagai produsen ponsel pintar. Gelombang IPO teknologi bagian dari IPO booming di Hong Kong. Delapan bulan pertama 2018, 150 perusahaan terdaftar di bursa saham Hong Kong, naik 46% secara year on year (yoy).

Harga IPO Anjlok
Data ini sangat kontras dengan sentimen pasar telah berubah secara signifikan dari awal 2018. Sejak juli 2018, hampir 60% atau delapan IPO harga saham turun di hari pertama perdagangan. Saham perdana Yixin Group, pengecer mobil online terbesar di China anjlok 70% dari harga IPO. Tetapi para bankir memperkirakan, IPO di Hong Kong masih akan bertambah di tahun ini. Sunil Dhupelia, Head of Equity Syndicate Credit Suisse untuk Asia kecuali Jepang mengatakan, perusahaan China terutama di sektor telekomunikasi, media, dan teknologi masih akan menjadi perusahaan yang akan IPO.

IHSG Rentan Terkoreksi Jangka Pendek

IHSG Rentan Terkoreksi Jangka Pendek – Mau tak mau, arah pasar keuangan terpengaruh keputusan suku bunga The Federal Reserve. Bank sentral AS kemungkinan besar menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps pada rapat yang digelar hari ini, waktu Amerika Serikat. Alhasil, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rentan terkoreksi dalam jangka pendek. Sementara rupiah kembali goyah.

Kemarin, rupiah di pasar spot sempat menembus lagi ke posisi Rp 15.000 per dollar. Meski begitu, Head of Eco nomic & Research UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja melihat, volatilitas rupiah mulai reda sejalan pergerakan mata uang regional yang lebih stabil.

Berbagai kebijakan moneter dan fiskal disinyalir bisa menopang rupiah. Prediksi Enrico, rupiah akan bergulir di rentang Rp 14.890-Rp 15.000 per dollar hingga akhir tahun ini. Faisyal, analis Monex Investindo Futures, menghitung rupiah masih akan tertekan antara Rp 14.900-Rp 15.000. “Bahkan, terburuk bisa ke Rp 16.000, karena akhir tahun korporasi butuh banyak dollar untuk bayar utang,” tutur dia.

Meski rentan turun dalam waktu dekat, analis Panin Sekuritas William Hartanto melihat peluang pasar saham menguat di akhir tahun ini. Saat kenaikan Fed fund rate diumumkan, arah pasar lebih jelas. “Terlepas dari perang dagang dan suku bunga, secara teknikal, Oktober selalu jadi akhir dari downtrend,” kata William, Rabu (26/9). Dia menyarankan momentum koreksi ini dimanfaatkan untuk masuk. Sektor saham menarik saat ini ialah saham pertambangan. Jagoannya, PTBA, AKRA, ADRO, DOID dan ELSA. Target harga akhir tahun ini, masing masing di level Rp 5.000, Rp 4.000, Rp 2.200, Rp 900 dan Rp 400.

Dennies Christoper, analis Artha Sekuritas, juga merekomendasikan sektor pertambangan, khususnya migas dan nikel. Pertimbangannya, harga minyak mentah dan nikel dalam tren naik. Rekomendasinya, ELSA dengan target harga sepekan di Rp 380. Lalu MEDC dan INCO dengan target harga masingmasing Rp 980 dan Rp 3.780.

Sedangkan, Aditya Perdana, analis Semesta Indovest, menyarankan investor menerapkan pola trading. Dia melihat pasar masih akan konsolidasi. “Batasi kerugian dengan cut loss. Beberapa sektor yang menarik karena volatilitas tinggi, seperti perbankan, barang konsumsi dan aneka industri,” kata dia. Investor juga disarankan mencermati saham blue chip yang sudah turun signifikan selama dua minggu. Sebab, terbuka peluang rebound di pekan ketiga.

Di sektor konsumer, yang menarik GGRM dan UNVR. Sedang di perbankan ada BBCA dan BBRI. Tapi, Dennies tidak menyarankan sektor keuangan. Sebab, kenaikan FFR sangat mungkin diikuti dengan kenaikan suku bunga BI. Ini akan berdampak kenaikan cost of fund bank. “Saham perbankan wait and see,” imbuh dia.

Reklamasi Pantai Jakarta Dihentikan

Reklamasi Pantai Jakarta Dihentikan – Inilah babak baru atas nasib pulau reklamasi di Teluk Jakarta. Pasalnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta benar-benar mencabut mencabut izin prinsip 13 pulau reklamasi di Teluk Jakarta itu. Pencabutan izin ini sekaligus menghentikan seluruh proyek reklamasi pantai di Jakarta. Adapun tiga pulau lainnya yang sudah selesai dibangun, izinnya tak akan dicabut dan pengelolaannya untuk kepentingan publik.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pencabutan izin prinsip ini bersifat permanen dan sudah melalui serangkaian kajian yang dilakukan Badan Koordinasi Pengelolaan Reklamasi Pantai tara Jakarta (BKP-Pantura) .“Dengan ini, saya umumkan bahwa kegiatan reklamasi telah dihentikan. Reklamasi merupakan bagian dari sejarah, dan bukan masa depan Jakarta,” ujarnya, kemarin.

Menurut Anies, keputusan ini diambil setelah mendapat rekomendasi BKP-Pantura. Tanpa merinci, Anies bilang, pihaknya juga menemukan ada pelanggaran dari pengembang pulau reklamasi. Dengan pencabutan izin prinsip dan pelaksanaan, seluruh proyek akan dihentikan.

Untuk pengembang yang telah memberikan kontribusi tambahan seperti rumah susun, jalan inspeksi, dan sarana prasarana lain, akan diberikan kompensasi berupa konversi dengan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) atas kegiatan usaha yang dilakukan di lokasi lain.

Setelah resmi menghentikan proyek pulau reklamasi, Anies juga akan menyempurnakan Peraturan Gubernur Nomor 58 tahun 2018 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Koordinasi dan Pengelolaan Reklamasi Pantai Utara Jakarta. “Melalui Pergub ini, kami akan siapkan rencana tata ruang dan wilayah. Sesudah itu kami akan siapkan draf Perda baru untuk diajukan ke DPRD,” ucapnya. Sekretaris Perusahaan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Hani Sumarno mengaku, pihaknya lebih ringan dengan pencabutan izin prinsip.

Jakpro tidak perlu lagi mencari investor dalam pembangunan pulau tersebut. “Kami tidak repot mencari modal lagi. Masih banyak juga pekerjaan lain untuk dikerjakan,” katanya kepada media. Perusahaan milik pemerintah DKI itu akan patuh dengan segala keputusan Gubernur DKI Jakarta. Ke depan, Jakpro akan mengikuti keputusan Gubernur DKI itu.

Segendang sepenarian, Corporate Communication Manager Taman Impian Ancol Rika Lestari mengatakan, Ancol juga akan mematuhi keputusan Pemprov DKI Jakarta itu. “Sebagai BUMD, kami ikut saja aturan,” ujar Rika. Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga menilai , keputusan Anies mencabut izin prinsip pembangunan ke-13 pulau reklamasi tidak tepat.

Menurutnya, DKI Jakarta membutuhkan pulau reklamasi karena lahan kian sempit. DKI tak seharusnya menghentikan pengerjaannya karena kepentingan politis, tapi harus memanfaatkan lahan itu untuk kepentingan masyarakat DKI. “Saya tak tahu motivasinya apa. Yang berwenang di sini adalah pemerintah pusat,” tandas dia.

Ini merujuk Perpres No 54/ 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur, dan Peraturan Presiden No 122/ 2012 tentang Reklamasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Apalagi, kata Padapotan reklamasi juga sudah masuk perda yang diparipurnakan. “Seharusnya tinggal dijalankan. Pemda dapat retribusi dari situ,” ucapnya.