Mesin Pengering Penyelamat Panen

Mesin Pengering Penyelamat Panen – Produksi tanaman pangan di Indonesia seperti padi dan jagung meningkat. Mesin pengering dibutuhkan supaya hasil panen dapat diselamtkan dari kebusukan Beberapa waktu lalu, Presiden Joko – wi mengunjungi daerah-daerah dan bertemu langsung dengan pa – ra petani. Saat kunjungan, petani meng – utarakan keinginan mereka supaya Presi – den menyediakan pengering. Atas arahan Presiden, Kementerian Pertanian pun me – re visi anggaran. Mentan Andi Amran Su – laiman lantas mengalokasikan dana sebe – sar Rp1-triliun untuk penyediaan 1.000 unit pengering. Penyediaan pengering ini bertujuan mem percepat proses pengeringan gabah. Petani tidak perlu lagi mengeringkan ga – bah di lantai jemur terbuka karena lantai terbuka cenderung kotor dan jika hujan ga bah menjadi basah. Akibatnya, kualitas ga bah menurun dan harga jualnya ren – dah.

Pengadaan mesin pengering juga men cegah potensi gabah membusuk saat panen serempak. Selain mengeringkan ga bah, mesin pengering juga bisa diguna – kan untuk jagung dan kedelai. Pengering Sistem Sate Ada banyak mesin pengering beredar di pasaran. Salah satu mesin pengering yang spesial adalah CROWN, Sate’ Auto Dryer. Mesin ini diproduksi Agronic Int.Co., LTD Taiwan, menggunakan mesin berteknolo – gi tinggi yang bekerja secara otomatis un – tuk menjamin keakuratan semua kompo – nen yang dirangkai menjadi satu kesatuan unit dryer. “Komponennya terbuat dari ba – han stainless steel dan memiliki sistem aliran hawa panas yang bersinggungan,” pa par WN Soebardjo, GM Grain Processing Division PT RUTAN. Mesin pengering ini mengalirkan hawa panas dari kiri ke kanan, dan sebaliknya se – hingga hasil pengeringannya pun lebih me – rata. Gabah yang masuk ke mesin pe – ngering akan melewati zona pertama, yaitu ruang dengan hembusan panas dari sebelah kanan. Kemudian, gabah melewati ruang pendingin untuk menetralkan suhu – nya. Setelah itu, lanjut lagi menuju ruangan dengan penghembus hawa pa nas dari sebelah kiri. Dengan mekanisme ini, hasil akhir pengeringan akan lebih me rata dibandingkan pengering pada umumnya. “Mesin ini beroperasi secara otomatis. Dengan proses pengeringan lebih cepat, potensi gabah yang diselamatkan dari kebusukan pun semakin banyak. Selain itu, penggunaan CROWN, Sate’ Auto Dryer, meningkatkan rendemen giling sekitar 1% – 5%,” jelas Bardjo, sapaan akrab WN soebardjo. Mesin ini tersedia dengan kapa sitas 10, 20, 30, 40, 50, dan 60 ton. PT RUTAN mengageni pengering gabah dan jagung yang banyak diminati ini. Pelayanan purnajual dan ketersediaan su – ku cadang tidak perlu diragukan karena sudah menjadi salah satu keunggulan PT RUTAN selama ini. Demikian juga untuk Crown Sate’ Auto Dryer sudah tersedia te – naga teknik yang terlatih dan suku ca – dang dapat dibeli di PT RUTAN Surabaya, Jakarta, Semarang, Makassar, Medan, Palembang, dan Bandar Lampung

Raih Target Ekspor Nasional Bagian 2

Raih Penghargaan

Tahun-tahun sebelumnya, anak per – usahaan JAPFA sudah terlebih dahulu eksis di pameran MIHAS. Tahun ini, untuk pertama kalinya JAPFA tampil sebagai grup. “Sudah tiga kali meng – ikuti pameran ini, tapi baru kali ini ha – dir sebagai grup dengan membawa tim dan semua produk yang kami miliki,” jelas Rachmat.

Perusahaan yang sudah berkecimpung di segmen penyedia protein le – bih dari 40 tahun itu tampil dengan booth bernuansa putih jingga. Di tiap sisinya ada stan dari tiap anak perusahaan JAPFA yang menyuguhkan se – rangkaian produk-produk terbaiknya. Para pengunjung yang mampir ke booth per usahaan asal In donesia itu juga bisa mencicipi ber bagai produkproduk ber kualitas milik JAPFA. Selama empat ha ri di pameran MI – HAS, booth JAPFA ramai di sam bangi pe – ngunjung.

Selain icip-icip, pe ngun jung juga bisa ber foto ria de ngan la tar belakang booth JAPFA yang mena rik. Tak heran, JAPFA me – nyabet penghargaan Best Inter na tional Booth De sign de ngan kategori gold. “Alham dulillah peng – hargaan ini sangat ber arti ba gi kami. Kami ber syu – kur respon pe ngun jung terhadap produk-produk dan booth kami sangat po – sitif,” papar Rach mat yang menerima dan me wa kili JAPFA menerima tropi ber warna hitam itu. Penghargaan ini diberi – kan kepada peserta pameran yang menyuguhkan ak – ti vitas yang melibatkan pe – ngunjung, disertai dengan penyajian produk yang es – te tik. Selain itu kerjasama tim dalam me meriahkan pameran juga menjadi bagian dari penilaian. Dengan besar – nya dampak yang dihasilkan dalam pameran MIHAS, JAPFA dianugerahi penghargaan dalam antusiasmenya di pasar halal internasional.

Potensi Global

Seiring besarnya perkembangan pasar produk makanan dan minuman halal, pengawasan regulasinya pun terus ditingkatkan. Salah satunya de – ngan memastikan operasional bisnis berjalan sesuai dengan ketentuan ha – lal. Mulai dari peternakan, peng olah – an, hingga siap disantap konsumen. “Selama ini, JAPFA te lah menerapkan peratur an mengenai produk ha lal mulai dari pakan yang diberikan kepada he wan ternak, proses pemo tong an, peng olahan, pe ngemasan, hingga distribusi produk,” ungkap Rachmat.

Me lalui pa meran di Malaysia, JAPFA ingin memperkenal kan dan memberikan pe mahaman me – ngenai se rang kaian produk halal JAPFA. Berdasarkan laporanState of Global Islamic Economy 2018/2019, po tensi industri halal se cara global mencapai US$2,1 triliun pada 2017. Kategori ma kanan dan minuman halal merupa kan potensi terbesar dengan nilai be lanja mencapai US$1,3 trili un. De – ngan meningkatnya anggaran yang dikeluar kan ma syarakat untuk ma kan an dan minuman ha lal, di perkirakan pada 2023 akan ada sekitar US$1,9 triliun potensi industri halal secara global.

Raih Target Ekspor Nasional

Raih Target Ekspor Nasional  – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) mengikuti rangkaian Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2019 pada 3-6 April 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia. Indonesia terus menggenjot ekspor nasional dengan target pertum- buhan sebesar 7,5%. Target ini ti – dak akan tercapai tanpa dukungan se – lu ruh pihak, termasuk perusahaan swas ta. JAPFA, perusahaan agri-food ter kemuka di Asia, mengukuhkan ko – mitmennya dalam mendukung target pemerintah dengan berpartisipasi da – lam pameran MIHAS 2019. MIHAS merupakan pameran dagang berskala internasional sebagai ajang per temuan para importir dan ekspor – tir dari berbagai negara. Pameran ini dikhususkan untuk mempromosikan produk dan jasa halal dari berbagai sektor. Para eksibitor MIHAS adalah pelaku usaha yang mampu menyediakan produk-produk halal terbaik berstandar internasional.

 

Produk JAPFA Mendunia

Rachmat Indrajaya, Direktur Corpo – rate Affairs JAPFA menyampaikan, “Kegiatan ini merupakan peluang bagi kami untuk memperkenalkan rangkaian produk halal JAPFA kepada dunia usaha internasional.” Seluruh produk JAPFA yang ber sertifikat halal di akui di mancanegara. Saat ini, JAPFA telah mengeks por produk halal ke berbagai ne ga ra se perti Fi – li pi na, Je pang, Ma lay – sia, Myan mar, Si nga – pura, dan Thai land. Tidak hanya itu, JAPFA juga su dah men ju – al produk-produknya di Amerika Serikat, Belanda, Ing gris, Uni Emirat Arab, Oman, dan Arab Saudi. Produk-produk yang dipasarkan JAPFA ke mancanegara antara lain daging sapi wagyu dengan merek To kusen, produk olahan sidat (Unagi) de ngan merek Ichi No Ji, susu dengan merek Greenfields dan Real Good serta produk ikan nila dan udang olahan dengan merek JAPFA Prime Seafood. Selain itu, ada pula produk mayonnaise de ngan merek Oma yo dan aneka bumbu dapur berlabel Pazar.

 

Perusahaan Teknologi China Mencari Modal Tambahan

Sejumlah perusahaan teknologi dan internet China memilih mencari pendanaan dengan penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO). Perusahaan China di tengah bayang-bayang pengetatan kredit dan banyaknya bisnis dotcom seperti di tahun 2000. Kondisi ini sama seperti apa yang terjadi di AS dua dekade lalu. Banyaknya IPO karena kebutuhan akan uang tunai di saat tekanan pendanaan. Terlebih era dana murah akan segera berakhir setelah Federal Reserve AS menaikkan suku bunga. Sementara dalam mengakses pendanaan dari domestik pun mulai sulit sehingga mereka beralih ke pasar ekuitas.

Di Hong Kong menurut data Dealogic yang dikutip South China Morning Post, ada 13 perusahaan teknologi dan internet yang IPO pada tahun ini. Dus total dana IPO gabungan mencapai US$ 6,86 miliar hingga 21 September.

Dealogic menyebut jumlah ini tertinggi sejak 1995. Data tersebut belum termasuk IPO Xiaomi US$ 4,7 miliar, sebab Dealogic mengkategorikan Xiaomi sebagai produsen ponsel pintar. Gelombang IPO teknologi bagian dari IPO booming di Hong Kong. Delapan bulan pertama 2018, 150 perusahaan terdaftar di bursa saham Hong Kong, naik 46% secara year on year (yoy).

Harga IPO Anjlok
Data ini sangat kontras dengan sentimen pasar telah berubah secara signifikan dari awal 2018. Sejak juli 2018, hampir 60% atau delapan IPO harga saham turun di hari pertama perdagangan. Saham perdana Yixin Group, pengecer mobil online terbesar di China anjlok 70% dari harga IPO. Tetapi para bankir memperkirakan, IPO di Hong Kong masih akan bertambah di tahun ini. Sunil Dhupelia, Head of Equity Syndicate Credit Suisse untuk Asia kecuali Jepang mengatakan, perusahaan China terutama di sektor telekomunikasi, media, dan teknologi masih akan menjadi perusahaan yang akan IPO.

IHSG Rentan Terkoreksi Jangka Pendek

IHSG Rentan Terkoreksi Jangka Pendek – Mau tak mau, arah pasar keuangan terpengaruh keputusan suku bunga The Federal Reserve. Bank sentral AS kemungkinan besar menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps pada rapat yang digelar hari ini, waktu Amerika Serikat. Alhasil, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rentan terkoreksi dalam jangka pendek. Sementara rupiah kembali goyah.

Kemarin, rupiah di pasar spot sempat menembus lagi ke posisi Rp 15.000 per dollar. Meski begitu, Head of Eco nomic & Research UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja melihat, volatilitas rupiah mulai reda sejalan pergerakan mata uang regional yang lebih stabil.

Berbagai kebijakan moneter dan fiskal disinyalir bisa menopang rupiah. Prediksi Enrico, rupiah akan bergulir di rentang Rp 14.890-Rp 15.000 per dollar hingga akhir tahun ini. Faisyal, analis Monex Investindo Futures, menghitung rupiah masih akan tertekan antara Rp 14.900-Rp 15.000. “Bahkan, terburuk bisa ke Rp 16.000, karena akhir tahun korporasi butuh banyak dollar untuk bayar utang,” tutur dia.

Meski rentan turun dalam waktu dekat, analis Panin Sekuritas William Hartanto melihat peluang pasar saham menguat di akhir tahun ini. Saat kenaikan Fed fund rate diumumkan, arah pasar lebih jelas. “Terlepas dari perang dagang dan suku bunga, secara teknikal, Oktober selalu jadi akhir dari downtrend,” kata William, Rabu (26/9). Dia menyarankan momentum koreksi ini dimanfaatkan untuk masuk. Sektor saham menarik saat ini ialah saham pertambangan. Jagoannya, PTBA, AKRA, ADRO, DOID dan ELSA. Target harga akhir tahun ini, masing masing di level Rp 5.000, Rp 4.000, Rp 2.200, Rp 900 dan Rp 400.

Dennies Christoper, analis Artha Sekuritas, juga merekomendasikan sektor pertambangan, khususnya migas dan nikel. Pertimbangannya, harga minyak mentah dan nikel dalam tren naik. Rekomendasinya, ELSA dengan target harga sepekan di Rp 380. Lalu MEDC dan INCO dengan target harga masingmasing Rp 980 dan Rp 3.780.

Sedangkan, Aditya Perdana, analis Semesta Indovest, menyarankan investor menerapkan pola trading. Dia melihat pasar masih akan konsolidasi. “Batasi kerugian dengan cut loss. Beberapa sektor yang menarik karena volatilitas tinggi, seperti perbankan, barang konsumsi dan aneka industri,” kata dia. Investor juga disarankan mencermati saham blue chip yang sudah turun signifikan selama dua minggu. Sebab, terbuka peluang rebound di pekan ketiga.

Di sektor konsumer, yang menarik GGRM dan UNVR. Sedang di perbankan ada BBCA dan BBRI. Tapi, Dennies tidak menyarankan sektor keuangan. Sebab, kenaikan FFR sangat mungkin diikuti dengan kenaikan suku bunga BI. Ini akan berdampak kenaikan cost of fund bank. “Saham perbankan wait and see,” imbuh dia.

Reklamasi Pantai Jakarta Dihentikan

Reklamasi Pantai Jakarta Dihentikan – Inilah babak baru atas nasib pulau reklamasi di Teluk Jakarta. Pasalnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta benar-benar mencabut mencabut izin prinsip 13 pulau reklamasi di Teluk Jakarta itu. Pencabutan izin ini sekaligus menghentikan seluruh proyek reklamasi pantai di Jakarta. Adapun tiga pulau lainnya yang sudah selesai dibangun, izinnya tak akan dicabut dan pengelolaannya untuk kepentingan publik.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pencabutan izin prinsip ini bersifat permanen dan sudah melalui serangkaian kajian yang dilakukan Badan Koordinasi Pengelolaan Reklamasi Pantai tara Jakarta (BKP-Pantura) .“Dengan ini, saya umumkan bahwa kegiatan reklamasi telah dihentikan. Reklamasi merupakan bagian dari sejarah, dan bukan masa depan Jakarta,” ujarnya, kemarin.

Menurut Anies, keputusan ini diambil setelah mendapat rekomendasi BKP-Pantura. Tanpa merinci, Anies bilang, pihaknya juga menemukan ada pelanggaran dari pengembang pulau reklamasi. Dengan pencabutan izin prinsip dan pelaksanaan, seluruh proyek akan dihentikan.

Untuk pengembang yang telah memberikan kontribusi tambahan seperti rumah susun, jalan inspeksi, dan sarana prasarana lain, akan diberikan kompensasi berupa konversi dengan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) atas kegiatan usaha yang dilakukan di lokasi lain.

Setelah resmi menghentikan proyek pulau reklamasi, Anies juga akan menyempurnakan Peraturan Gubernur Nomor 58 tahun 2018 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Koordinasi dan Pengelolaan Reklamasi Pantai Utara Jakarta. “Melalui Pergub ini, kami akan siapkan rencana tata ruang dan wilayah. Sesudah itu kami akan siapkan draf Perda baru untuk diajukan ke DPRD,” ucapnya. Sekretaris Perusahaan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Hani Sumarno mengaku, pihaknya lebih ringan dengan pencabutan izin prinsip.

Jakpro tidak perlu lagi mencari investor dalam pembangunan pulau tersebut. “Kami tidak repot mencari modal lagi. Masih banyak juga pekerjaan lain untuk dikerjakan,” katanya kepada media. Perusahaan milik pemerintah DKI itu akan patuh dengan segala keputusan Gubernur DKI Jakarta. Ke depan, Jakpro akan mengikuti keputusan Gubernur DKI itu.

Segendang sepenarian, Corporate Communication Manager Taman Impian Ancol Rika Lestari mengatakan, Ancol juga akan mematuhi keputusan Pemprov DKI Jakarta itu. “Sebagai BUMD, kami ikut saja aturan,” ujar Rika. Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga menilai , keputusan Anies mencabut izin prinsip pembangunan ke-13 pulau reklamasi tidak tepat.

Menurutnya, DKI Jakarta membutuhkan pulau reklamasi karena lahan kian sempit. DKI tak seharusnya menghentikan pengerjaannya karena kepentingan politis, tapi harus memanfaatkan lahan itu untuk kepentingan masyarakat DKI. “Saya tak tahu motivasinya apa. Yang berwenang di sini adalah pemerintah pusat,” tandas dia.

Ini merujuk Perpres No 54/ 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur, dan Peraturan Presiden No 122/ 2012 tentang Reklamasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Apalagi, kata Padapotan reklamasi juga sudah masuk perda yang diparipurnakan. “Seharusnya tinggal dijalankan. Pemda dapat retribusi dari situ,” ucapnya.